Dari Bali Hingga Jamaika, 5 Makanan Pedas Ini Menggoda Lidah

Oleh dindakhairauSunday, 14th April 2024 | 08:00 WIB
Dari Bali Hingga Jamaika, 5 Makanan Pedas Ini Menggoda Lidah
Beberapa makanan pedas dari berbagai negara memiliki karakteristik yang unik. Foto: Freepik

PINUSI.COM - Dalam artikel ini, PINUSI.COM akan membawa Pinusian keliling dunia, melalui lima makanan pedas yang patut dicoba dari berbagai negara.

Berikut ini lima makanan pedas dari berbagai daerah yang patut dicoba:

1. Sambal Matah (Bali, Indonesia)

Sambal Matah adalah sambal khas Bali yang terkenal dengan rasa pedas dan segarnya.

Terbuat dari bawang merah, cabai rawit, terasi, jeruk nipis, dan bumbulainnya, sambal ini sering disajikan sebagai pelengkap hidangan di Bali.

2. Mapo Tofu (Sichuan, Tiongkok)

Mapo Tofu adalah hidangan khas Sichuan yang terkenal dengan rasa pedasnya yang kuat.

Terbuat dari potongan tahu yang dimasak dengan saus pedas berbasis cabai Sichuan dan daging cincang, hidangan ini sangat populer di seluruh Tiongkok.

3. Vindaloo (Goa, India)

Vindaloo adalah hidangan kari pedas dari Goa, India, yang terkenal dengan rasa pedas dan kaya rempah.

Terbuat dari daging (biasanya daging babi atau ayam) yang dimasak dengan cabai, bawang, jahe, cuka, dan rempah-rempah lainnya, vindaloo adalah hidangan yang memanjakan lidah para pencinta pedas.

4. Kimchi Jjigae (Korea Selatan)

Kimchi Jjigae adalah sup pedas khas Korea yang terbuat dari kimchi, daging, sayuran, dan bumbu-bumbu lainnya.

Kimchi yang difermentasi memberikan rasa pedas dan asam yang khas pada hidangan ini, yang sangat cocok dinikmati pada hari-hari yang dingin.

5. Jerk Chicken (Jamaika)

Jerk Chicken adalah hidangan khas Jamaika yang terkenal dengan rasa pedas dan rempahnya.

Ayam dimarinasi dengan campuran rempah-rempah pedas seperti cabai Scotch bonnet, pimento, jahe, dan bumbu lainnya, lalu dipanggang atau dibakar untuk memberikan cita rasa yang kaya dan pedas.

Setiap makanan ini memiliki karakteristik pedas yang unik, dan mencerminkan kekayaan rasa dari berbagai daerah di seluruh dunia. (*)

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta