PINUSI.COM - Mandi sebelum memasuki bulan suci Ramadan menjadi tradisi yang masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Meski tidak diwajibkan dalam Islam, mandi ini sering dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa.
Mandi Sebelum Puasa Ramadan: Tradisi atau Kewajiban?
Secara syariat, mandi sebelum puasa Ramadan bukanlah rukun atau syarat wajib dalam menjalankan ibadah puasa. Hal ini dikonfirmasi oleh NU Online dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang menyatakan bahwa meskipun tidak ada tuntunan wajib, mandi ini tetap dianjurkan sebagai bentuk persiapan ibadah dan menjaga kebersihan diri.
Beberapa ulama juga menggolongkan mandi ini sebagai mandi sunnah, yang mirip dengan mandi sebelum salat Idul Fitri dan Idul Adha. Mandi sebelum Ramadan bertujuan untuk menyambut bulan suci dengan kondisi yang lebih bersih dan suci.
Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Jika Anda ingin melakukan mandi sunnah sebelum Ramadan, berikut adalah niat yang dapat dibaca:
Nawaitu ada'al ghuslil masnuni li fi hadzihil lailatil min romadhona lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta'ala.
Mandi Wajib Sebelum Puasa: Kapan Harus Dilakukan?
Berbeda dengan mandi sunnah sebelum puasa, mandi wajib atau mandi junub harus dilakukan oleh seseorang yang berada dalam keadaan hadas besar sebelum menjalankan ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan berpuasa. Mengutip laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), mandi wajib dilakukan jika seseorang mengalami salah satu dari kondisi berikut:
Perempuan selesai dari haid, nifas, atau wiladah.
Keluar air mani, baik disengaja maupun tidak.
Berhubungan suami istri, meskipun tidak sampai keluar mani.
Jika seseorang masih dalam keadaan junub dan belum sempat mandi wajib sebelum imsak, puasanya tetap sah asalkan rukun dan syarat puasa lainnya terpenuhi.
Niat Mandi Wajib
Bagi yang perlu melakukan mandi wajib sebelum berpuasa, berikut niatnya:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta'ala."
Dalam mazhab Syafi'i, niat ini harus diucapkan saat air pertama kali menyentuh tubuh.
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Agar mandi wajib sah, ada beberapa rukun yang harus dipenuhi:
Niat yang dilakukan bersamaan dengan mengguyur air pertama ke tubuh.
Mengguyur seluruh badan tanpa ada bagian yang tertinggal, termasuk rambut dan bulu.
Selain rukun, ada juga beberapa sunnah dalam mandi wajib yang diajarkan Imam Al-Ghazali dalam Bidâyatul Hidâyah:
Membasuh tangan tiga kali.
Membersihkan kotoran atau najis yang menempel di badan.
Berwudhu dengan sempurna.
Mengguyur kepala tiga kali sambil berniat.
Mengguyur tubuh bagian kanan tiga kali, lalu tubuh bagian kiri tiga kali.
Menggosok seluruh tubuh sebanyak tiga kali.
Menyela-nyela rambut dan jenggot.
Mengalirkan air ke lipatan kulit dan pangkal rambut.
Menghindari menyentuh kemaluan setelah mandi, jika tersentuh dianjurkan untuk berwudhu kembali.
Mandi sebelum Ramadan bukanlah kewajiban, tetapi tetap menjadi tradisi dan anjuran bagi sebagian umat Islam sebagai persiapan menyambut bulan suci. Sementara itu, mandi wajib harus dilakukan oleh mereka yang memiliki hadas besar agar ibadah puasa, salat, dan membaca Al-Qur'an tetap sah. Dengan memahami niat dan tata cara mandi yang benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan bersih.