Kisah Perjuangan Kapitan Pattimura, Pahlawan di Uang Kertas Rp1.000

Oleh alvin-halianSaturday, 19th March 2022 | 01:02 WIB
Kisah Perjuangan Kapitan Pattimura, Pahlawan di Uang Kertas Rp1.000

PINUSI.COM - Thomas Matulessy atau dikenal Kapitan Pattimura adalah pahlawan kelahiran Hualoy, Pulau Seram Selatan pada 8 Juni 1783

Pattimura merupakan keturunan bangsawan yang berasal dari Nusa Ina (Seram). Pattimura memiliki ayah bernama Antony Matulessy merupakan anak dari Kasimiliali Pattimura Matulessy, Putra Raja Sahulau.

Saat Maluku di bawah pemerintahan Inggris, Pattimura sempat berkarir dalam militer Inggris, tidak ada keraguan dalam diri Pattimura untuk mendaftarkan diri sebagai militer, sekali pun itu musuh, berkat keberanian dan ketangkasannya ia pernah menjadi sersan tentara Inggris.

Kemudian pada tahun 1816, karir militer Pattimura berakhir saat Inggris mengalami kekalahan perang Eropa, lalu menyerahkan mandat kekuasaan kepada Belanda.

Mandat Kekuasaan Inggris Diserahkan Kepada Belanda

Saat Inggris ingin angkat kaki dari Ambon, kesatuan Ambon, termasuk Pattimura di dalamnya, dikumpulkan di pusat kota Ambon. Para petinggi militer Inggris mengadakan upacara pembebasan untuk kesatuan Ambon dan disaksikan orang banyak.

Saat upacara berlangsung, pemberian surat bebas dari Inggris kepada Pattimura dan kesatuannya. Surat bebas yang dimaksud tersebut adalah "Borgor", artinya Pattimura dan kesatuannya kebal terhadap kebijakan pemerintahan Belanda baik itu kerja paksa (rodi) dan mereka akan mudah dalam menjalani hidup.

Saat Belanda menjalankan roda pemerintahan, Belanda menerapkan kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente), pemindahan penduduk, pelayaran hongi (hongitochten), serta melanggar Traktat London 1.

Pemerintahan Belanda pun berjalan, banyak polemik yang terjadi sehingga rakyat Maluku menentang keras atas kebijakan yang diterapkan tersebut.

Pertentangan tersebut dipicu banyak faktor, mulai dari kondisi politik, ekonomi, hingga hubungan kemasyarakatan. Hingga akhirnya rakyat Maluku geram kemudian melakukan perlawanan terhadap Belanda dengan angkat senjata dibawah pimpinan Kapitan Pattimura.

Penyerangan Kapitan Pattimura Terhadap Belanda

Perlawanan Korps Ambon Dan Para Patih Maluku Kepada Belanda menjalar ke berbagai daerah seperti Nusa Laut, Hanimoa, Ambon, Seram, dan Haruku.

Sebelumnya Belanda mengajukan negoisasi terhadap Kapitan Pattimura, tetapi ditolak. Pattimura mengatakan "Orang-orang telah mengakui dan menunjuk saya, Pattimura, dengan rahmat Tuhan sebagai pemimpin mereka. Kami tidak ingin dikuasai lagi".

Pattimura akhirnya melakukan penyerangan bersama Phillips Latumahina dan Lucas Selano, lalu menyerbu Benteng Duurstade, akhirnya pasukan Belanda tewas.

Kapitan Pattimura bersama kawan-kawan berhasil menduduki Benteng Duurstade pada 16 Mei 1817.

Tak selang berapa lama, pada 20 Mei 1817 pasukan Belanda kembali berdatangan sekitar 200 pasukan diturunkan untuk membunuh Kapitan Pattimura, tetapi dapat diantisipasi oleh Kapitan Pattimura hingga banyak yang tewas dari pihak Belanda menyisakan 30 orang.

Kapitan Pattimura Dikhianati

Akibat kejadian tersebut, Belanda memengaruhi masyarakat hingga tokoh-tokoh yang tidak suka dengan Pattimura, lalu akhirnya tokoh tersebut terpengaruh dan memata matai Pattimura dan memberikan informasi kepada Belanda.

Akhirnya strategi Kapitan Pattimura dipatahkan oleh Belanda dan berhasil menangkap Pattimura pada 11 November 1817 di Siri Sora.

Setelah penangkapan tersebut Belanda menawarkan kerjasama kepada, tetapi Pattimura menolak mentah-mentah hal tersebut sehingga putusan gantung menghampirinya.

Pada 16 Desember 1817 Kapitan Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria Ambon, di mana saat itu ia menginjak umur relatif muda 34 tahun

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta