search:
|
PinTertainment

Barbie Kumalasari Laporkan Suaminya ke Polisi Atas Dugaan Mencuri Perhiasan

Dhinda Khaira Ummah/ Rabu, 10 Jul 2024 12:30 WIB
 Barbie Kumalasari Laporkan Suaminya ke Polisi Atas Dugaan Mencuri Perhiasan

Barbie Kumalasari melaporkan suaminya ke polisi atas dugaan pencurian perhiasan. Foto: Instagram@barbiekumalasari


PINUSI.COM - Barbie Kumalasari baru-baru ini melaporkan suaminya, Bagus Saputro, ke polisi, karena diduga mencuri perhiasannya, setelah menikahinya secara siri.

Barbie mengatakan, Bagus diduga mencuri perhiasannya dan menghilang dari rumah tanpa bisa dihubungi.

Meskipun laporan tentang pencurian tersebut sudah sampai ke polisi, banyak orang di media sosial berpendapat kasus ini mungkin rekayasa alias settingan.

Barbie Kumalasari dengan tegas membantah spekulasi tersebut.

Dia menjelaskan, tidak mungkin baginya membuat drama hukum semacam itu, terutama karena profesi sebagai pengacara.

"Dalam hal ini, saya merasa sangat malu. Ini bukan gaya saya."

"Apalagi, saya seorang pengacara."

"Saya tidak akan membuat settingan semacam itu," kata Barbie Kumalasari di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa.

Barbie juga menanggapi komentar tentang motif suaminya mencuri, mengatakan dia tidak tahu pasti.

Saat ini, dia menunggu pihak berwajib melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Tentang status pernikahannya yang siri, Barbie mengakui di mata hukum, mereka dianggap orang asing, sehingga konsekuensi hukumnya bisa berat.

Namun, ketika ditanya apakah dia akan menerima Bagus kembali jika kasus ini terselesaikan, Barbie dengan tegas menyatakan dia tidak akan memaafkannya.

Dia menyebut Bagus telah mengecewakannya beberapa kali sebelumnya, dan kali ini dia tidak akan memberikan maaf lagi.

Barbie juga mengungkapkan, hubungannya dengan Bagus sebelumnya tidak mendapat restu dari keluarga, termasuk dari putri semata wayangnya, yang juga merasa traumatik dengan kejadian ini.

Barbie menutup dengan mengatakan dia merasa ini adalah karma Bagus, dan dia tidak akan memberikan maaf lagi. (*)



Editor: Yaspen Martinus
Penulis: Dhinda Khaira Ummah

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook