Truk Perlu Rem Angin, Ini Fungsinya

Oleh Ratsongko123Saturday, 1st June 2024 | 14:00 WIB
Truk Perlu Rem Angin, Ini Fungsinya
Truk selalu menggunakan rem angin. Foto: Istimewa

PINUSI.COM - Truk selama ini selalu menggunakan rem angin.

Sistem tersebut ternyata digunakan agar meringankan beban kerja sopir truk.

Truk, baik yang ukuran sedang ataupun besar, tetap harus dianggap sebagai kendaraan dengan bobot berat.

Itu belum termasuk bobot tambahan dari muatan yang dibawa.

Dari sudut pandang fisika dasar, bisa disebut jika massa (berat) yang bergerak semakin cepat, maka diperlukan gaya yang juga semakin meningkat untuk menghentikannya.

Di situlah peran sistem pengereman patut jadi perhatian, dan lebih spesifik lagi adalah performa sistem rem udara atau sering disebut rem angin.

Bagaimana sistem rem yang satu ini bisa diilustrasikan, ketika pengemudi mobil ukuran kecil menekan kaki mereka pada pedal rem, ada tuas yang mendorong piston ke master silinder, yang diisi dengan cairan hidrolik.

Minyak rem hidrolik dialirkan melalui saluran rem untuk kemudian ada tekanan yang ditransmisikan juga ke empat rem di setiap roda.

Sistem pengereman hidrolik tadi melipatgandakan kekuatan kaki pengemudi pada pedal rem, sehingga sistem pengereman mempunyai daya yang cukup untuk melakukan pengereman, dan membuat laju mobil melambat dan bahkan sampai berhenti.

Sementara, rem udara bekerja menggunakan udara terkompresi sebagai pengganti minyak rem hidrolik.

Alasan butuh pasokan udara ke sistem pengereman, karena udara bertekanan dapat terus-menerus diproduksi.

Tidak seperti cairan hidrolik, yang membutuhkan pengisian ulang dan ada potensi kebocoran, sehingga bisa membuat performa pengereman menurun atau bahkan hilang.

Oleh penemu sistem ini, George Westinghouse (1846-1914), diciptakan prinsip dasar sistem rem udara tiga katup. yang awalnya diterapkan pada kereta api.

Sebelum ada teknologi rem udara, di sebuah kereta api ada tugas bagi juru rem, untuk mengoperasikan rem tangan secara manual, guna memperlambat maupun menghentikan laju kereta.

Teknologi buatan Westinghouse memanfaatkan tekanan udara untuk melepaskan jepitan kampas rem.

Jika sistem dibuang, tekanan udaranya maka rem akan bekerja dan menghentikan laju kereta.

Prinsip dasar ini masih banyak dipakai oleh pabrikan truk, saat merancang sistem rem angin di kendaraan buatan mereka.

Satu hal yang patut diperiksa rutin dengan cermat adalah potensi adanya air, yang muncul akibat udara yang terkondensasi akibat kinerja rem angin itu sendiri.

Kandungan air ini bisa menghambat aliran udara ke seluruh sistem rem angin, sekaligus bisa menyebabkan rem malah terkunci.

Namun, Dharmawan Edy Susanto, VPC CBU Sales Operation PT DCVI saat ditemui beberapa waktu lalu, menyebut tetap ada syarat dan ketentuan berlaku agar sistem pengereman sebuah truk, termasuk rem angin, bisa berfungsi dengan baik.

Hal itu adalah perlunya perhatian cermat atas bobot beban yang diangkut truk tersebut.

"Setiap roda punya beban maksimalnya, sehingga kalau ada kelebihan muatan secara ekstrem, maka setiap roda juga akan berpotensi mengalami beban kerja yang berlebihan," papar Dharmawan.

Ia mengambl perumpamaan pada truk 'ODOL' alias Over Dimenssion, Over Load.

"Beban yang berlebihan sebenarnya akan membuat struktur dari truk dan juga komponennya, dalam hal ini sistem pengereman, tidak bisa berfungsi dalam kondisi yang laik secera teknis," terangnya. (*)

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta