search:
|
PinSport

Jadi Pelatih Lazio, Marco Baroni: Ini adalah Puncak Karier Saya

Robby Nova Azhari/ Selasa, 09 Jul 2024 15:00 WIB
Jadi Pelatih Lazio, Marco Baroni: Ini adalah Puncak Karier Saya

Marco Baroni diperkenalkan sebagai pelatih baru Lazio. Foto: X@OfficialSSLazio


PINUSI.COM - Pelatih asal Italia Marco Baroni diperkenalkan sebagai pelatih baru klub Serie A Lazio, dan menyatakan ini merupakan puncak dalam kariernya.

Pelatih berusia 60 tahun itu ditunjuk dengan kontrak selama dua tahun hingga musim panas 2026, dengan opsi tambahan 12 bulan.

Baroni menjadi pelatih ketiga Lazio dalam waktu kurang dari empat bulan, setelah pengunduran diri Maurizio Sarri pada Bulan Maret, dan masa jabatan singkat Igor Tudor sebelum akhir musim 2023-2024.

Lazio adalah penunjukan ke-17 bagi Baroni dalam kariernya selama 24 tahun di dunia kepelatihan, yang baru-baru ini meliputi klub Cremonese, Reggina, Lecce, dan Hellas Verona.

"Saya sangat senang bisa menandatangani kontrak dengan Lazio."

"Ini adalah puncak dari karier saya."

"Ada keinginan dan kesadaran dari diri saya sendiri dan para staf."

"Saya adalah seseorang yang menyukai tantangan, saya ingin menularkan hal ini kepada tim."

"Kami tidak boleh takut, tetapi justru memiliki keinginan untuk menghadapi tantangan."

"Tim tidak boleh bermain untuk dirinya sendiri, tetapi untuk para penggemar. Kami akan mengusahakannya."

"Saya mewarisi tim dengan budaya kerja yang baik, namun kami harus mengintensifkannya, sebuah aspek nilai yang membuat perbedaan di semua level."

"Kami membutuhkan semangat Lazio saat ini juga," ujarnya saat konferensi pers perdana.

Baroni mencoba membahas kedalaman skuad yang ia miliki saat ini.

"Saya tidak pernah melihat apa yang kurang, melainkan apa yang saya miliki."

"Pemain muda telah tiba, jadi ada proses peremajaan yang menyesuaikan dengan sepak bola yang ingin kami terapkan."

"Saya selalu menempatkan pemain sebagai pusat proyek ini, kami harus membantunya untuk mengoptimalkan performanya," ucapnya.

Ia juga akan mencoba memperluas taktik yang dapat ia terapkan di Ibu kota.

"Sistem ini pasti akan mencakup pertahanan empat pemain dengan dua pemain sayap."

"Kemudian ada variabel-variabel kecil."

"Namun aspek yang paling penting adalah keseimbangan, keganasan, dan kemampuan untuk menghadapi lawan."

"Saya menyukai sepak bola ritmis di kedua fase tersebut," paparnya. (*)



Editor: Yaspen Martinus
Penulis: Robby Nova Azhari

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook