Setelah Everton, Kini Giliran Nottingham Forest Yang Terkena Pengurangan Poin

Oleh fauzifWednesday, 20th March 2024 | 12:30 WIB
Setelah Everton, Kini Giliran Nottingham Forest Yang Terkena Pengurangan Poin
Forest terbukti melanggar peraturan profitabilitas dan keberlanjutan liga, yang biasanya mengizinkan klub untuk kehilangan maksimal 105 juta poundsterling selama periode tiga tahun. Akibatnya, mereka turun dari peringkat 17 ke 18, ke zona degradasi, dan memiliki 21 poin dengan sembilan pertandingan tersisa. Foto: Peakpx

PINUSI.COM – Nottingham Forest mendapat pengurangan empat poin pada Senin (18/03/24) karena pengeluaran yang berlebihan, membuat mereka masuk ke zona degradasi Liga Primer dengan dua bulan tersisa di musim ini.

Forest terbukti melanggar peraturan profitabilitas dan keberlanjutan liga, yang biasanya memungkinkan klub kehilangan maksimal 105 juta pound ($133 juta) selama periode tiga tahun atau menghadapi sanksi.

Periode penilaian Forest berakhir pada 2022-23 dan oleh karena itu termasuk dua musim ketika klub berada di Championship tingkat kedua.

Karena alasan itu, Forest diizinkan merugi hingga 61 juta pound ($77 juta) pada tahun pertamanya kembali ke Liga Premier musim lalu dan klub melampaui ambang batas sebesar 34,5 juta pound ($44 juta), setelah melakukan 21 perekrutan pemain di luar musim dengan biaya $160 juta setelah promosi.

Tim yang dilatih oleh Nuno Espirito Santo ini turun dari peringkat 17 ke peringkat 18 - salah satu dari tiga tempat degradasi di liga - dan memiliki 21 poin dengan sembilan pertandingan tersisa. Luton, dengan 22 poin, berhasil keluar dari zona degradasi.

Sanksi tersebut dijatuhkan oleh komisi independen yang terdiri dari tiga orang setelah melakukan dengar pendapat bulan ini.

Forest tidak segera mengatakan apakah klub akan mengajukan banding atas hukuman poin tersebut. Jika ya, keputusan tersebut mungkin tidak akan diputuskan sebelum pertandingan putaran terakhir liga pada 19 Mei.

Hal itu menimbulkan potensi bahwa identitas tim-tim yang terdegradasi baru akan diketahui beberapa hari setelah musim berakhir, yang akan menjadi sangat kontroversial.

Everton baru-baru ini mengalami pengurangan poin - karena melanggar aturan pengeluaran dalam periode penilaian tiga tahun yang berakhir pada 2021-22 - dikurangi dari 10 poin awal menjadi enam poin setelah banding.

Everton, yang juga terlibat dalam pertarungan degradasi, dapat segera menerima pengurangan poin lagi karena melanggar peraturan lagi - kali ini untuk periode penilaian yang berakhir pada 2022-23.

Dalam kasus disipliner yang terpisah, Manchester City saat ini sedang dalam pertarungan hukum dengan Premier League setelah kompetisi tersebut menuduh juara Inggris dan Eropa itu melakukan sekitar 80 dugaan pelanggaran peraturan keuangannya dari 2009-18 dan 30 lainnya terkait dengan dugaan kegagalannya untuk bekerja sama dalam penyelidikan.

Hasil dari kasus City diperkirakan tidak akan diketahui sampai pertengahan musim depan, paling cepat, karena banyaknya dugaan pelanggaran yang terlibat.

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta