search:
|
PinRec

Ini Dampak pada Tubuh Saat Berhenti Mengonsumsi Tepung

Suneni/ Jumat, 14 Jun 2024 05:30 WIB
Ini Dampak pada Tubuh Saat Berhenti Mengonsumsi Tepung

Mengonsumsi tepung dalam jumlah berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan. Foto: Freepik


PINUSI.COM - Mengonsumsi tepung dalam jumlah berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan.


Tepung adalah sumber serat, mineral, vitamin esensial, dan gluten, yang dapat memberikan manfaat dan efek samping bagi individu yang berbeda.


Mengonsumsi terlalu banyak tepung dapat menyebabkan gangguan pencernaan, retensi air, kembung dan gas, dan majalah kesehatan lainnya.


Bagaimana Tepung Mempengaruhi Tubuh?


Tepung yang kebanyakan orang gunakan, terbuat dari gandum.


Namun, karena permintaan dan keuntungan, tepung telah banyak dimodifikasi agar pertanian lebih mudah dan hasil panen lebih besar.


Tepung jenis baru ini sulit dicerna, dan sering kali terasa berat dan lengket di perut. 


Komponen gluten pada tepung modifikasi ini sulit dicerna, sehingga menyebabkan intoleransi.


Hibridisasi ini menghasilkan tepung yang tidak lagi bergizi atau menguatkan, dan mengandung gluten tingkat tinggi yang dapat menjadi masalah bagi banyak orang, termasuk mereka yang tidak sensitif terhadap gluten karena proses pemurnian.


Bagaimana Respons Tubuh Jika Berhenti Makan Tepung Selama Sebulan?


Berhenti mengonsumsi tepung membantu mereka yang sensitif terhadap gluten, memiliki varian penyakit celiac, dan lainnya.


Namun, kita pasti bisa mengharapkan kontrol gula yang lebih baik, terutama pada penderita diabetes.


Pada penderita obesitas, mengurangi asupan tepung membantu mengurangi kelebihan timbunan lemak.


Diet bebas gluten juga diketahui membantu mengurangi peradangan pada tubuh.


Mengurangi konsumsi tepung alih-alih menghilangkan total dan menambahkan berbagai jenis biji-bijian, dapat membantu meningkatkan kesehatan.


Banyak kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan lainnya, dapat membaik setelah berhenti mengonsumsi tepung. (*)



Editor: Yaspen Martinus
Penulis: Suneni

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook