search:
|
PinNews

Peternak Sapi Perah Jawa Barat Manfaatkan Akses Layanan Keuangan melalui Inovasi Digital

Minggu, 23 Jun 2024 09:46 WIB
Peternak Sapi Perah Jawa Barat Manfaatkan Akses Layanan Keuangan melalui Inovasi Digital

Deputi Direktur Jenderal ILO Celeste Drake menyaksikan inovasi digital membantu para peternak sapi perah di Jawa Barat dalam memperluas dan mengembangkan bisnis mereka. Foto: ILO Indonesia


PINUSI.COM – Deputi Direktur Jenderal ILO, Celeste Drake melakukan kunjungan ke Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pengalengan, Jawa Barat pada Jumat (21/6). Kunjungan tersebut mengakhiri lawatan resmi pertamanya ke Indonesia selama empat hari sejak 18 Juni 2024.

Dalam kunjungan tersebut, Celeste Drake menyaksikan kegiatan KPBS Pengalengan, salah satu koperasi susu terbesar di Jawa Barat dengan total anggota aktif sebanyak 2.050 peternak sapi perah. 

Ditemani Ketua KPBS Aun Gunawan, mereka berkeliling ke berbagai fasilitas KPBS, seperti tempat pengumpulan susu, rumah sakit, pabrik pengolahan, minimarket. Mereka juga berinteraksi dengan para peternak sapi perah perempuan dan laki-laki dari segala usia.
  
Proyek peningkatan akses wirausaha terhadap jasa keuangan Tahap 2 (Promise II Impact) yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO) telah menjalin kerja sama dengan KPBS Pengalengan. Kerja sama tersebut mendorong transformasi digital dan meningkatkan inklusi keuangan.

Layanan keuangan digital yang ditawarkan bertujuan untuk meningkatkan ekosistem rantai nilai KPBS, skala usaha, produktivitas, perluasan usaha dan akses keuangan yang lebih baik.
 
"Kami sangat menghargai dukungan yang diberikan ILO yang memungkinkan anggota kami memperoleh manfaat lebih banyak dari penggunaan teknologi digital dan memperoleh keterampilan baru yang meningkatkan produktivitas, pengetahuan dan akses keuangan mereka," kata Aun Gunawan.

Aun menambahkan, "Ini tentu akan meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan penghidupan para peternak."
 
Dukungan itu telah meningkatkan enterprise resource planning (ERP) KPBS dengan menambahkan berbagai fitur yang mudah dimanfaatkan pada modul logistik, keanggotaan dan kesehatan hewan yang bermanfaat bagi 2.050 anggota KPBS.

Fasilitas pinjaman persetujuan cepat itu telah diluncurkan pada Maret 2024. Hingga saat ini, 104 anggota telah menerima pinjaman melalui fasilitas ini.
 
Penerima pinjaman mengakui efektivitas penggunaan aplikasi tersebut. Pinjaman yang diajukan mendapat persetujuan hanya dalam waktu satu hari, sehingga bermanfaat bagi produktivitas mereka karena tidak lagi harus kehilangan jam kerja untuk mengurus ternak dan produksi susu. 

"Peternak sapi perah pun dapat mengajukan pinjaman dengan mudah dan cepat, kapan saja dan dari mana saja," terang Aun.
 
Selain itu, program Promise II Impact ILO telah melatih 29 pelatih lokal mengenai kewirausahaan dan pendidikan keuangan melalui program pelatihan untuk pelatih. Para pelatih telah melatih 340 peternak sapi perah.

"30 persen di antaranya adalah perempuan, tentang cara mengelola pendapatan mereka dengan lebih baik dan meningkatkan bisnis susu mereka," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Celeste Drake, menyoroti pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UKM.  “Manfaat yang diperoleh peternak sapi perah dari aplikasi digital yang kita lihat saat ini merupakan bukti penting dampak positif teknologi digital terhadap peningkatan dan perluasan usaha," katanya.

Charge d’Affaires Kedutaan Besar Swiss di Indonesia Philippe Strub yang ikut pada kunjungan itu mengungkapkan, praktik baik itu menjadi bukti tentang perlunya mempersempit kesenjangan melalui akses dan penggunaan teknologi. Termasuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh manfaat dari digitalisasi.

“Pemerintah Swiss berkomitmen untuk mendukung pengembangan UKM di Indonesia—tulang punggung perekonomian negara—melalui pembukaan akses terhadap keuangan dan mendorong transformasi digital," paparnya.

Program Promise II Impact ILO, ungkap Philippe Strub, memberikan kontribusi signifikan terhadap agenda inklusi keuangan di Indonesia dan mendukung UKM dalam mewujudkan potensi pertumbuhan mereka.

"Seperti yang diperlihatkan para peternak sapi perah di bawah KPBS Pengalengan,” tandasnya.



Editor: Jekson Simanjuntak

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook