search:
|
PinFood&Travel

3 Keraton di Luar Pulau Jawa

ragil dwisetya utami/ Rabu, 10 Jul 2024 09:00 WIB
3 Keraton di Luar Pulau Jawa

Istana Maimun, salah satu keraton di Indonesia. Foto: PINUSI


PINUSI.COM - Sebagian orang mungkin beranggapan keraton hanya ada di Daerah Yogyakarta, atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, serta Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo.

Atau bahkan, banyak di antara kita yang mengira keberadaan keraton hanya ada di Pulau Jawa.

Padahal kenyataannya, masih banyak keraton di luar Pulau Jawa yang juga menyimpan banyak sejarah.

Keraton-keraton di luar Pulau Jawa ini bahkan tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Setiap keraton di luar Pulau Jawa tersebut menawarkan daya tarik masing-masing, baik bentuk dan arsitektur, nilai sejarah dan budaya yang penuh makna, hingga berlatar pemandangan alam yang memesona.

Mengutip dari laman Kemenparekraf, berikut ini 3 keraton di luar Pulau Jawa.

Istana Maimun



Foto: PINUSI

Keraton yang berada di Kota Medan ini merupakan peninggalan sejarah Kerajaan Deli yang saat ini dialihfungsikan sebagai museum.

Konon, istana ini dibangun sebagai bukti cinta Sultan Ma’mun Al Rashid Perkasa Alamsyah yang memerintah Kerajaan Deli pada 1873-1924, kepada sang permaisuri.

Bahkan, nama Istana Maimun diambil dari nama permaisuri sultan yang bernama Siti Maimunah. 

Ciri khas bangunan Istana Maimun ada pada arsitekturnya yang megah, dengan memadukan antara corak Eropa, Persia, India, Melayu, dan Indonesia.

Perabot istana yang digunakan pun didatangkan langsung dari Belanda dan Inggris.

Kedaton Kutai Kartanegara


Foto: Instagram@deddysetyawan_

Berlokasi di belakang Museum Mulawarman, Kalimantan Timur, Kedaton Kutai Kartanegara merupakan bangunan milik Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yang direvitalisasi pada 2001 silam. 

Daya tarik dari bangunan baru Kedaton Kutai Kartanegara ada pada desain megah dan arsitektur klasik, namun tetap mengadopsi bentuk istana terdahulu yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Alimuddin (1899-1910 M).

Bedanya, Kedaton Kutai Kartanegara menghadap arah barat, membelakangi Sungai Mahakam, sedangkan istana terdahulu menghadap Sungai Mahakam.

Bagian dalam istana ini juga cukup luas, karena dilengkapi area terbuka untuk acara-acara resmi Kesultanan, singgasana berlapis emas, ruangan yang berisi gamelan, ruang tidur pengantin, serta ruangan pameran memorabilia peninggalan Kesultanan Kutai.

Keraton Sambas


Foto: Instagram@een_alhudri92

Keraton ini menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Sambas di tepi Kota Sambas, Kalimantan Barat.

Bangunan keraton yang dikenal dengan nama Istana Alwatzikhoebillah ini dibangun sejak pemerintahan Sultan Muhammad Mulia Ibrahim pada 1933, dan ditempati pada 1935.

Daya tarik bangunan di kawasan Keraton Sambas adalah warnanya kuning megah dan menjadi kawasan cagar budaya. 

Berdiri di atas lahan seluas lebih dari 16.000 meter persegi, kawasan Keraton Sambas terdiri dari beberapa bangunan, seperti dermaga perahu, kantor tempat sultan bekerja, bangunan inti keraton (balairung), serta masjid.

Saat masuk ke dalam bangunan utama, kita akan melihat foto perkembangan Istana Alwatzikhoebillah dari masa ke masa, termasuk foto-foto para sultan yang pernah menjabat. (*)



Editor: Yaspen Martinus
Penulis: ragil dwisetya utami

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook