google.com, pub-9849129221648607, DIRECT, f08c47fec0942fa0

search:
|
PinNews

Surya Paloh Bertemu Jokowi di Istana, Sudirman Said: Ketiga Partai Pengusung AMIN Masih Ingin Bersama-sama di Jalur Perubahan

arie prasetyo/ Selasa, 20 Feb 2024 13:00 WIB
Surya Paloh Bertemu Jokowi di Istana, Sudirman Said: Ketiga Partai Pengusung AMIN Masih Ingin Bersama-sama di Jalur Perubahan

Co Captain Timnas Anies-Muhaimin Sudirman Said merespons tudingan miring dari pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Jokowi. Foto: PINUSI.COM/Arie Prasetyo


PINUSI.COM - Ketua umum (ketum) partai politik (parpol) pengusung pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), masih setia di jalan perubahan.

Hal ini merespons tudingan miring dari pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami di timnas terus berkomunikasi dengan seluruh partai."

"Sejauh yang saya tahu, saya dengar dari para pimpinan partai, ketiga partai juga masih ingin bersama-sama, termasuk juga Pak Anies masih ingin berada dalam jalur perubahan," kata Co-captain Tim Pemenangan Nasional (Timnas) AMIN Sudirman Said, di Rumah Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya X Nomor 46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2024).

Sudirman mengatakan, NasDem juga masih memegang kesetiaan pada perubahan sebagai slogannya.

Namun, di sisi lain Sudirman enggan berspekulasi lebih jauh terhadap dinamika politik yang berkembang ke depan.

"Bahwa NasDem tetap masih setia pada jalur perubahan, dan semua sikap itu akan baru diputuskan nanti setelah KPU menyelesaikan tugasnya memutuskan siapa pemenangnya siapa yang akan terpilih jadi presiden," tutur Sudirman.

Mantan menteri ESDM ini menambahkan, pertemuan antara Surya Paloh dan Jokowi sebatas memenuhi undangan.

Dia memahami posisi NasDem saat ini juga masih bagian dari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

"Kita sudah mendengar keterangan Pak Sekjen (NasDem, Hermawi Taslim), bahwa pertemuan itu karena undangan Pak Presiden."

"Dan sebagai warga negara yang baik, ketua partai besar bagian dari pemerintah sekarang tentu tidak mungkin dihindari," paparnya. (*)



Editor: Yaspen Martinus
Penulis: arie prasetyo

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook