google.com, pub-9849129221648607, DIRECT, f08c47fec0942fa0

search:
|
PinNews

Sekjen PDIP Bilang Megawati dan Prabowo Bakal Bertemu Setelah Sengketa Pilpres 2024 di MK Selesai

Yohanes A.K. Corebima/ Rabu, 03 Apr 2024 09:00 WIB
Sekjen PDIP Bilang Megawati dan Prabowo Bakal Bertemu Setelah Sengketa Pilpres 2024 di MK Selesai

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan desas-desus rencana pertemuan Megawati Sukarnoputri dan presiden terpilih Prabowo Subianto. Foto: Istimewa


PINUSI.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan desas-desus rencana pertemuan Megawati Sukarnoputri dan presiden terpilih Prabowo Subianto.


Hasto mengatakan agenda pertemuan keduanya memang telah direncanakan, hanya saja pertemuan itu tidak bisa digelar dalam waktu dekat, mengingat proses sengketa hasil pemilihan Presiden dan wakil presiden masih masih bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).


Pertemuan keduanya direncanakan setelah MK mengeluarkan putusan sengketa Pemilu 2024. 


"Tentu saja (menunggu) momentum yang tepat setelah seluruh tahapan MK dan proses hukum dilakukan PDIP," kata Hasto kepada wartawan, di sela acara Bedah Buku 'NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971,' di Cikini, Jakarta Pusat, ditulis pad aRabu (3/4/2024).


Hasto mengeklaim selama ini hubungan Prabowo dan Megawati terjalin harmonis.


Meski pada pilpres kali mereka berada di dua kubu yang berseberangan, hubungan mereka sebagai tokoh bangsa terawat dengan baik.


Hasto menyebut keduanya pasti senang dan menyambut gembira pertemuan tersebut.


“Tentu untuk Bu Mega dan Pak Prabowo, enggak ada persoalan untuk bertemu,” ujarnya. 


Momen Prabowo-Megawati duduk satu meja, kata Hasto, sudah sering terjadi di tahun-tahun politik.


Dia menegaskan, pertemuan keduanya bukan hal baru. 


"Kita sudah terbiasa, bahkan 2019 ketika Pak Prabowo dalam pemilihan presiden kalah, Bu Mega sama," ucapnya.


Dipertegas mengenai apa saja yang bakal dibahas pada pertemuan itu, Hasto enggan membeberkannya.


Hasto juga tak menjawab secara gamblang soal arah politik PDIP setelah pertemuan itu. 


"Mau berada di dalam atau luar pemerintahan, karena itu keputusan strategis, akan dipertimbangkan dengan melibatkan berbagai variabel politik, ekonomi, sosial, budaya, dan suasana kebatinan rakyat," paparnya. (*)



Editor: Yaspen Martinus
Penulis: Yohanes A.K. Corebima

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook