google.com, pub-9849129221648607, DIRECT, f08c47fec0942fa0

search:
|
PinNews

Kandang Banteng Diobok-obok Jokowi, PDIP Dinilai Harus Jadi Oposisi di Pemerintahan Prabowo-Gibran

Yohanes A.K. Corebima/ Rabu, 21 Feb 2024 09:00 WIB
Kandang Banteng Diobok-obok Jokowi, PDIP Dinilai Harus Jadi Oposisi di Pemerintahan Prabowo-Gibran

Lili Romli, pakar politik dari BRIN, menilai PDIP pantas menempatkan diri sebagai oposisi, jika Pilpres 2024 dimenangkan pasangan Prabowo-Gibran. Foto: PINUSI.COM


PINUSI.COM - Lili Romli, pakar politik dari Badan Research dan Inovasi Nasional (BRIN), menilai PDIP pantas menempatkan diri sebagai oposisi, jika Pilpres 2024 dimenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 


Menurut Lili, ada sejumlah alasan yang  membuat PDIP pantas menempatkan diri di luar pemerintahan.


Alasan pertama adalah soal manuver politik Presiden Joko Widodo yang dinilai sebagai biang kerok kekalahan capres/cawapres yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. 
 
“Pilpres 2024 ini menyisakan kekecewaan karena Jokowi sebagai kader PDIP yang semula mendukung Ganjar, berubah memenangkan Prabowo,” Kata Lili ketika dikonfirmasi, Selasa (20/2/2024).


Manuver politik Jokowi yang membelot mendukung Prabowo-Gibran, lanjut Lili, membuat Ganjar-Mahfud takluk di sejumlah tempat yang selama ini dikenal sebagai basis massa PDIP alias kandang Banteng. 


“Basis suara PDIP di Jateng dan Bali diobok-obok oleh Jokowi, sehingga Ganjar kalah telak, meski basis suara PDIP tetap solid,” ujarnya. 


Menurut Lili, PDIP jarang bergabung dengan pemerintah ketika kalah dalam kontestasi politik.


Untuk itu, kata dia, PDIP harus kembali mengambil posisi sebagai oposisi, sebagaimana yang dilakukan saat mereka takluk oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2004 dan 2009. 


“Jika melihat rekam jejak sebelumnya, saat kalah dalam pilpres melawan SBY selama dua kali, PDIP mengambil posisi sebagai oposisi,” ulasnya. (*)



Editor: Yaspen Martinus
Penulis: Yohanes A.K. Corebima

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook