BI: Rupiah Terdepresiasi 5,07%

Oleh farizThursday, 25th April 2024 | 13:30 WIB
BI: Rupiah Terdepresiasi 5,07%
BI: Rupiah Terdepresiasi 5,07%. Foto: iStock

PINUSI.COM - Menurut Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah mengalami depresiasi 5,07% secara tahunan (ytd) pada 23 April 2024. Ini terjadi meskipun dolar AS secara luas menguat.

Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) meningkat pesat, mencapai level tertinggi 106,25 pada 16 April 2024, mengalami peningkatan 4,86% dari level tertingginya pada tahun 2023.

“Perkembangan tersebut memberikan tekanan depresiasi kepada hampir seluruh mata uang dunia, termasuk nilai tukar rupiah,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur April 2024 pada Rabu (24/4/2024).

Yen Jepang dan dolar New Zealand masing-masing melemah 8,91% dan 6,12% (ytd). Won Korea dan baht Thailand masing-masing melemah 7,88% dan 6,55% (ytd).

Perry menyatakan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia. Ini dilakukan melalui intervensi secara spot di pasar valas dan domestik non-delivery forward (DNDF), pembelian SBN dari pasar sekunder jika diperlukan, dan pengelolaan likuiditas yang baik.

Untuk menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri, metode operasi moneter pro-market Bank Indonesia (SRBI), sekuritas rupiah Bank Indonesia (SVBI), dan sukuk valas Bank Indonesia (SUVBI) terus dioptimalkan.

“BI juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,” kata Perry.(*)

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta