Gelombang Demonstrasi Menolak UU TNI Meluas Di Berbagai Daerah Di Indonesia

Oleh PangeranTuesday, 25th March 2025 | 11:03 WIB
Gelombang Demonstrasi Menolak UU TNI Meluas Di Berbagai Daerah Di Indonesia
Gelombang penolakan RUU TNI bergema dibeberapa daerah (Foto: Istimewa)

PINUSI.COM - Pengesahan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) pada 20 Maret 2025 memicu gelombang demonstrasi di berbagai daerah. Aksi protes ini berlangsung dari 23 hingga 24 Maret, dengan ribuan warga sipil turun ke jalan menolak revisi UU yang dinilai kontroversial. Demonstrasi yang berlangsung di berbagai kota diwarnai tindakan represif dari aparat kepolisian.

Bentrok di Malang, Puluhan Demonstran Jadi Korban


Kericuhan terjadi dalam aksi protes yang berpusat di Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (23/3). Puluhan peserta aksi dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan aparat keamanan. Sejumlah korban harus mendapatkan perawatan medis di beberapa rumah sakit, sementara empat orang lainnya dilaporkan hilang.

Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pos Malang, Daniel Siagian, mengungkapkan bahwa terdapat satu korban luka berat akibat pukulan benda tumpul.

“Kami mencatat puluhan demonstran mengalami luka-luka, dan satu orang mengalami cedera serius pada rahang serta tulang giginya akibat kekerasan aparat,” ujarnya pada Senin (24/3).

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi telah menangkap enam orang yang diduga melakukan perusakan fasilitas umum dan menyerang aparat.

Demonstrasi Surabaya: Massa Blokir Jalan dan 40 Orang Ditangkap


Di Surabaya, ribuan massa dari Front Anti Militerisme melakukan aksi protes di depan Gedung Negara Grahadi pada Senin (24/3). Massa menutup Jalan Gubernur Suryo sebagai bentuk perlawanan terhadap revisi UU TNI.

Sekretaris Jenderal Federasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andy Irfan, menyatakan bahwa revisi UU TNI menjadi sinyal kembalinya dwifungsi militer dalam sistem pemerintahan sipil.

“Perubahan dalam UU ini membuka ruang bagi militer untuk kembali mengintervensi ranah sipil,” kata Andy.

Selain itu, pengacara publik LBH Surabaya, Jauhar Kurniawan, menyoroti revisi usia pensiun perwira tinggi TNI dari 58 menjadi 62 tahun yang dinilai dapat menyebabkan surplus perwira aktif tanpa posisi struktural yang jelas.

Aksi di Surabaya juga diwarnai kekerasan terhadap dua jurnalis, Rama Indra (Beritajatim) dan Wildan Pratama (Suara Surabaya), yang mendapat perlakuan represif dari aparat. Sebanyak 40 orang dilaporkan ditangkap dalam aksi tersebut.

Aksi di Palangkaraya Berujung Pendudukan Gedung DPRD


Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, demonstrasi yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Sipil (GEMAS) berlangsung di depan DPRD Kalimantan Tengah pada Senin (24/3). Massa aksi berhasil menerobos gerbang gedung DPRD dan menurunkan bendera Merah Putih menjadi setengah tiang sebagai bentuk simbol perlawanan.

Kupang: Mahasiswa Bentrok dengan Aparatur Negara


Di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bentrokan terjadi antara mahasiswa dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di DPRD NTT. Massa yang berhasil memasuki halaman DPRD mendapat perlawanan fisik dari oknum ASN.

Bentrokan terjadi saat mahasiswa mendesak bertemu dengan Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni. Salah satu koordinator aksi dilaporkan mengalami kekerasan dari ASN yang mengambil barang di lantai lalu menggunakannya untuk menyerang.

Demonstrasi di Bandung dan Sukabumi: Protes Berujung Kericuhan


Di Bandung, aksi protes dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Bandung dan Universitas Islam Nusantara. Mereka menuntut agar militer dikembalikan ke barak dan membakar ban sebagai bentuk protes.

Sementara di Sukabumi, unjuk rasa yang semula berlangsung damai berubah ricuh saat demonstran melempar cat ke arah aparat. Polisi merespons dengan menembakkan water cannon untuk membubarkan massa. (*)

Terkini

Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
Bonus Hari Raya Ojol & Kurir Online Diprotes Mitra, Ini Respons Aplikator
Bonus Hari Raya Ojol & Kurir Online Diprotes Mitra, Ini Respons Aplikator
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:16 WIB
Bank BTN Gercep Siapkan Rumah Subsidi Untuk Guru
Bank BTN Gercep Siapkan Rumah Subsidi Untuk Guru
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 14:35 WIB
Wapres Gibran: Kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain Bukti Semangat Pantang Menyerah
Wapres Gibran: Kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain Bukti Semangat Pantang Menyerah
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 10:11 WIB
Unik! Ini Makna Selebrasi Ole Romeny Usai Cetak Gol Kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain
Unik! Ini Makna Selebrasi Ole Romeny Usai Cetak Gol Kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain
PinSport | Wednesday, 26th March 2025 | 09:27 WIB
Ranking FIFA Indonesia Meroket Usai Menumbangkan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ranking FIFA Indonesia Meroket Usai Menumbangkan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026
PinSport | Wednesday, 26th March 2025 | 08:42 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta