PINUSI.COM – Organize Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) merilis daftar sejumlah pemimpin dunia sebagai finalis Person of The Year 2024 untuk kategori kejahatan organisasi dan korupsi. Daftar tersebut mencantumkan nama Mantan Presiden RI, Joko Widodo sebagai salah satu finalis.
Selain itu, daftar finalis ini juga mencantumkan nama-nama seperti Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha ternama India, Gautam Adani.
Daftar finalis ini disusun setelah OCCRP meminta nominasi dari pembaca, jurnalis, juri, serta pihak lain dalam jaringan global organisasi tersebut. Nominasi ini kemudian dikumpulkan oleh OCCRP yang berbasis di Amsterdam, Belanda, melalui Google Form sejak Jumat (22/11/2024).
Dari nominasi yang diajukan, mantan Presiden Suriah, Bashar Al Assad, terpilih sebagai Person of the Year 2024 untuk kategori kejahatan terorganisasi dan korupsi.
CPI Indonesia Naik-Turun Selama Kepemimpinan Jokowi
Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia selama masa jabatan Presiden Joko Widodo pada 2014-2024 menunjukkan nilai yang naik-turun. Berdasarkan catatan yang dirilis Kompas.com pada Senin (14/10/2024), CPI Indonesia berada di angka 34 pada tahun 2014.
Pada tahun kedua Jokowi menjabat sebagai presiden di 2015, skor CPI Indonesia menunjukkan peningkatan dengan naik ke angka 36. Hal tersebut menunjukkan perbaikan persepsi terhadap upaya pemberantasan korupsi di tanah air.
CPI atau Corruption Perceptions Index sendiri bertujuan untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap tingkat korupsi pada jabatan publik dan politik menggunakan skala 0-100. Semakin tinggi skor CPI, semakin rendah tingkat korupsi di negara tersebut.
Sementara itu, CPI Indonesia terus menunjukkan perbaikan pada 2016 dan 2017, dengan skor mencapai 37. Tren positif ini berlanjut pada 2018 dengan kenaikan ke angka 38, lalu meningkat lagi menjadi 40 pada 2019.
Namun, pada 2020 CPI Indonesia turun menjadi 37, lalu 38 pada 2021, dan kembali ke angka 34 pada 2022 dan 2023. Adapun nilai CPI pada 2022 dan 2023 sama dengan angka yang diraih Indonesia pada tahun pertama Joko Widodo menjabat sebagai Presiden.
“Penurunan skor tersebut mayoritas diakibatkan kalau menurut TII adalah bahwa situasi korupsi politik di Indonesia tidak terbendung, dan pemerintah gagal untuk menanggulangi dan mencegah korupsi politik tersebut,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Diky Anandya dilansir Kompas.com, Selasa (31/12/24).