Gejolak Pemberontakan di Suriah Akhiri Rezim Bashar Al-Assad

Oleh Lilis AnggraeniTuesday, 10th December 2024 | 11:12 WIB
Gejolak Pemberontakan di Suriah Akhiri Rezim Bashar Al-Assad
Kelompok oposisi bersenjata menyatakan telah merebut Damaskus dalam serangan kilat, Minggu (712). (Foto: AFP/Louai Beshara)

PINUSI.COM – Kelompok oposisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS), melancarkan serangan mendadak ke wilayah administratif pemerintah di Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah, pada Rabu (27/11/2024). Serangan ini menandai babak baru dalam konflik yang telah berlangsung selama 13 tahun di Suriah.

Kelompok oposisi bersenjata ini mendesak Presiden Bashar al-Assad untuk mundur dari jabatannya. Mereka menuntut pertanggungjawaban rezim al-Assad atas pecahnya perang saudara yang telah menewaskan ratusan nyawa.

Dalam waktu sepekan, HTS berhasil menyudutkan pasukan Assad dengan merebut kota-kota strategis seperti Aleppo, Hama, dan Homs. Keberhasilan ini diikuti oleh deklarasi HTS yang mengumumkan dimulainya era baru bagi Suriah, pada Minggu (8/12/2024).

"Setelah 50 tahun penindasan rezim Baathist (Partai Baath) dan 13 tahun kejahatan, tirani, dan pengusiran, dan setelah perjuangan panjang, melawan setiap pasukan penjajah, kami mendeklarasikan bahwa hari ini, 8 Desember 2024 adalah akhir masa kegelapan dan awal dari era baru untuk Suriah," demikian keterangan pemberontak dikutip Al Jazeera, Minggu (8/12/2024).

Setelah lebih dari satu dekade mengandalkan dukungan militer Iran dan Rusia, belenggu rezim al-Assad di Suriah berakhir, pada Minggu pagi (8/12/2024). Media pemerintah Rusia mengabarkan, bahwa Presiden Bashar al-Assad dan keluarganya melarikan diri dari Suriah saat pasukan pemberontak mendekati Damaskus.


Perjalanan Panjang Konflik di Suriah hingga Jatuhnya Rezim Assad

Konflik di Suriah dimulai pada 2011, ketika gelombang Arab Spring melanda sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika Utara yang menuntut perubahan politik, sosial, dan ekonomi. Rakyat Suriah menyerukan reformasi sebagai respons terhadap rezim Bashar al-Assad, yang telah memimpin sejak 2000 setelah menggantikan sang ayah, Hafez al-Assad. Keluarga al-Assad bersama Partai Baath telah menguasai Suriah sejak 1971.

Meskipun kelompok oposisi bersenjata terus melancarkan perlawanan, rezim Assad tetap menutup pintu untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi maupun damai. Tekanan internasional, termasuk dari pemimpin-pemimpin regional, tidak mampu mempengaruhi keputusan rezim.

Pada 27 November 2024, bentrokan antara pasukan Assad dan kelompok oposisi mencapai puncaknya. Pasukan rezim kehilangan kendali atas sejumlah wilayah strategis seperti Aleppo, Idlib, dan Hama.

Di Damaskus, protes yang semakin meluas mendorong pasukan rezim untuk mundur dari institusi pemerintah dan jalan-jalan utama kota. Sementara itu, kelompok oposisi memperkuat penguasaan mereka atas pusat kota.

Pada Jumat (6/12), kelompok oposisi melancarkan serangan di provinsi Daraa yang berbatasan dengan Yordania usai pertempuran sengit berhasil merebut pusat kota. 

Pada Sabtu (7/12), kelompok oposisi berhasil menguasai seluruh provinsi Suwayda di selatan Suriah. Selain itu, mereka juga merebut ibu kota provinsi Quneitra di wilayah selatan.

Pada hari yang sama, pasukan anti-rezim menguasai pusat Provinsi Homs, yang menjadi jalan utama menuju ibu kota, dan melanjutkan serangan ke pinggiran selatan Damaskus pada malam harinya.

Dengan berbagai desakan tersebut, pasukan rezim Assad mulai menarik diri dari beberapa lokasi penting seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, dan bandara internasional Damaskus. Pengaruh kelompok oposisi di ibu kota semakin menguat membuat pasukan Assad akhirnya kehilangan kendali penuh atas Damaskus, pada Minggu (7/12).

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta