Menteri Dan Wamen KKP RI Mulai Kebut Kejar Program 2024-2029

Oleh GabriellaTuesday, 22nd October 2024 | 22:04 WIB
Menteri Dan Wamen KKP RI Mulai Kebut Kejar Program 2024-2029
Trenggono - Didit kerja cepat di program ekonomi biru dan makan siang bergizi gratis.  (FOTO: PINUSI.COM/Gabriella)

PINUSI.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Trenggono bersama dengan Wakilnya Didit, dihadapan media memgungkapkan bahwa mereka akan segera bekerja dengan cepat untuk mengaplikasikan 'Program Ekonomi Biru'.


Karena pasalnya diantara keduanya, sudah saling mengenal satu sama lain ketika masih berada di Kementerian Pertahanan sebelum Prabowo resmi diangkat menjadi Presiden RI.


"Kami akan membangun sistem kerja teamwork bersama pak Didit. Bekerja cepat dan tuntas untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan dengan mengimplementasi 5 program ekonomi biru. Saya dan pak Didit sudah terbiasa di Kemhan, jadi lebih mudah. Kami adalah satu tim, jadi tidak terpisah," ungkap Trenggono.


Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sistem kerja teamwork antar keduanya akan saling melengkapi sehingga pada periode kedua ini, pihaknya tinggal melanjutkan dan mengembangkan pelaksanaan program kerja yang sudah dirancang untuk dijalankan.


Dimana program kerja yang Trenggono maksudkan adalah 5 program ekonomi biru yang sebagian besar sudah berjalan dan bersama dengan Wakilnya, Menteri Trenggono akan segera membentuk tim untuk mengakselerasi pelaksanaan program kerja ekonomi biru.


"4 tahun saya sudah menyiapkan program kerjanya dan roadmapnya sudah jalan, jadi sekarang harusnya langsung di speed up. Misalnya tentang bagaimana secepatnya rehabilitasi tambak bekas udang yang ada di wilayah Pantura sekitar 7-8 ribu hektar dan sudah mangkrak selama 35 Tahun, yang kalau modelnya itu kita kembangkan di Kerawang, Jabar, sekitar 80 hektare, hasilnya pasti bagus ini karena value-nya sudah skala industri," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Selasa (22/10/2024).


"Jadi kalau yang tambak mangkrak tersebut diubah jadi tambak budidaya nila yang produktif dan berkualitas, bayangkan berapa ratus ribu yang akan terserap selain secara signifikan dapat menaikkan nilai tukar nelayan dan pembudidaya sebagai tolak ukur kesejahteraan. Karena rata-rata nilai tukar nelayan dan pembudidaya saat ini di angka 104-106 dan masih belum sejahtera. Saya kira salah satu hal yang seperti ini yang akan di akselerasikan berdua dengan pak Didit sebagai Wamen KKP," jelasnya.


Tampaknya sinergi antar keduanya tidak hanya berfokus pada program ekonomi biru saja melainkan juga upaya untuk dapat meningkatkan asupan protein ikan di tengah masyarakat yang digaungkan oleh Presiden Prabowo terkait soal makan siang bergizi gratis.


"Jadi kita selalu harus siap, karena itu adalah program daripada pak Presiden Prabowo soal makan siang gratis untuk peningkatan gizi di Indonesia. Dari sisi Kementerian Kelautan Perikanan, karena produk perikanan kita cukup melimpah boleh dibilang kalau sekitar 13 juta ton produksi kita. Nilai ekspornya itu kira-kira sekitar 5,5 miliar dan impornya cuma 700 juta itu pun salmon dan jadi surplusnya luar biasa. Ada banyak sekali jenis perikanan yang bisa kita gunakan untuk mendukung program makanan bergizi itu tadi, jadi artinya kita selalu siap, dimanapun kita pasti siap," tandasnya.

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta