Kasus Stunting Tinggi, Bupati Serang Keluhkan Hambatan Ini

Oleh CarrisaeltrTuesday, 23rd March 2021 | 09:30 WIB
Kasus Stunting Tinggi, Bupati Serang Keluhkan Hambatan Ini

Kasus stunting di Kabupaten Serang, terbilang tinggi. Kebiasaan masyarakat serta minimnya edukasi dan fasilitas sanitasi adalah dalangnya.

PINUSI.COM – Kasus stunting melanda 10 desa di Kabupaten Serang, Banten. Sulitnya mensosialisasikan pola hidup bersih di masyarakat adalah salah satu hambatan yang dihadapi Kabupaten yang memiliki 726 desa dan 29 kecamatan ini, dalam menekan kasus.

Demikian disampaikan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dalam acara Dialog Bersama Masyarakat Penerima Manfaat Pembangunan Air Bersih, Keluarga dengan Anak Stunting, serta Pendamping dari 10 Desa dengan Lokus Stunting Tertinggi di Kabupaten Serang, baru-baru ini.

Dalam dialog itu turut dihadiri pula oleh  Kementerian Koordinasi bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), bersama Baznas, BKKBN, dan perwakilan dunia usaha.

“Namun, kami terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait pentingnya hidup bersih dan sehat, pentingnya pemeriksaan kehamilan, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta memeriksakan kesehatan anak secara berkala di posyandu,” tutur dia, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang redaksi terima, Selasa (23/3/2021) pagi.

Kasus Stunting

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menjelaskan stunting dapat dicegah baik melalui imunisasi dan pemenuhan gizi yang cukup melalui makanan yang kaya akan protein dalam 1000 hari pertama masa emas kehidupan anak.

“Stunting masih bisa disembuhkan saat anak belum menginjak usia 1 tahun. Untuk itu, kita perlu bergotong royong menyediakan pemberian makanan tambahan (PMT) yang baik, demi menurunkan angka stunting,” terang Hasto.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga menambahkan, beberapa kebiasaan atau budaya seperti perempuan baru boleh makan setelah anggota keluarganya selesai, pemahaman diet yang menyimpang, dan pantangan makan yang salah bagi ibu hamil, menyebabkan 1 dari 3 ibu hamil alami anemia hingga si anak lahir dalam kondisi kurang gizi.

Karena itu, tegas dia, suami punya peran dalam menekan angka kasus stunting, berkenaan dukungan terhadap istrinya di periode 1000 hari pertama anak. Dimulai dari kehamilan hingga lahirnya anak. Terkait itu, Kemen PPPA hadirkan program Kampung Anak Sejahtera (KAS) untuk mengedukasi soal pola asuh yang baik, dan pemenuhan kebutuhan gizi dalam mencegah serta menurunkan angka stunting.

“Tidak hanya melalui peran pemerintah, komitmen dan sinergi seluruh pihak sangatlah penting dalam mewujudkan desa bebas stunting. Tentunya melalui sinergi untuk berkolaborasi dan berinovasi dalam menurunkan angka stunting ini,” tegas dia.

Sementara itu, Menko PMK Muhajir Effendi menyoroti minimnya fasilitas air bersih dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK), yang dia duga sebagai salah satu penyebab kasus stunting. Dia pun mengimbau semua pihak terkait untuk bersinergi menyelesaikan persoalan.

Kasus Stunting

Sekaligus juga, Muhajir meminta seluruh keluarga dengan anak stunting dimasukkan ke dalam daftar penerima manfaat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

“Saya mendapat info bahwa kasus stunting di Desa Sindangsari ada 9 kasus dari 600 kelahiran atau kurang dari 1 persen. Hal ini sudah bagus namun harus terus ditingkatkan,”ucap dia.

Sekadar informasi dalam rangkaian acara, turut juga dilaksanakan penandatanganan Deklarasi Kabupaten Ramah Perempuan dan Layak Anak oleh Bupati Kabupaten Serang, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Bencana (DP3AKKB) Provinsi Banten dan Dinas terkait lainnya.

Selain itu, disempatkan pula meninjau pembangunan alat penyediaan air minum bersih dan sanitasi perdesaan berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Sindangsari, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Guna memastikan tersedianya kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta