Blinken Tuding Rusia Sengaja Serang Warga Sipil di Ukraina

Oleh anang-fajar-irawanFriday, 25th March 2022 | 15:42 WIB
Blinken Tuding Rusia Sengaja Serang Warga Sipil di Ukraina

PINUSI.COM - Pemerintah AS melalui Menteri luar negerinya Antony John Blinken menyebut Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina dengan menyerang warga sipil. Hal ini disampaikan Blinken dalam rilis resmi dari U.S Government yang diterima PINUSI.COM

Blinken mengatakan sejak memilih untuk melancarkan perang yang tidak beralasan dan tidak adil, Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan kekerasan tak henti-hentinya yang telah menyebabkan kematian dan kehancuran di seluruh Ukraina.

"Kita telah melihat banyak laporan kredibel tentang serangan tanpa pandang bulu dan serangan yang sengaja menargetkan warga sipil, serta kekejaman lainnya. Pasukan Rusia telah menghancurkan gedung apartemen, sekolah, rumah sakit, infrastruktur penting, kendaraan sipil, pusat perbelanjaan, dan ambulans, menyebabkan ribuan warga sipil tak berdosa terbunuh atau terluka" tulis Blinken.

Pemerintah Amerika serikat telah melihat Banyak tempat-tempat yang diserang oleh pasukan Rusia telah teridentifikasi secara jelas sebagai lokasi yang digunakan oleh warga sipil. Tempat tersebut termasuk rumah sakit bersalin Mariupol, sebagaimana ditegaskan oleh Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dalam laporannya tanggal 11 Maret. Aksi tersebut juga termasuk serangan yang menghantam teater Mariupol, yang sudah ditandai secara jelas dengan kata “дети” – yang dalam bahasa Rusia berarti “anak-anak” dalam huruf besar yang bisa terlihat dari udara.

Aris Messinis/AFP via Getty Images

Pasukan Putin menggunakan taktik yang sama di Grozny, Chechnya, dan Aleppo, Suriah, dimana mereka mengintensifkan pengeboman terhadap kota-kota guna mematahkan semangat rakyat. Upaya mereka untuk melakukannya di Ukraina sekali lagi mengejutkan dunia dan, seperti yang telah dibuktikan oleh Presiden Zelenskyy, “memandikan rakyat Ukraina dengan darah dan air mata.”

Ketika pasukan Rusia melanjutkan serangan-serangan brutal mereka setiap hari, jumlah warga sipil tak berdosa yang terbunuh dan terluka, termasuk perempuan dan anak-anak, juga meningkat. Pada 22 Maret, para pejabat di Mariupol yang terkepung mengatakan bahwa lebih dari 2.400 warga sipil tewas di kota itu.

Di samping kehancuran Mariupol, PBB telah secara resmi mengonfirmasikan lebih dari 2.500 korban sipil, termasuk yang tewas dan terluka, dan menekankan bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Emilio Morenatti / AP

"Pekan lalu, saya mengulang kembali pernyataan Presiden Biden, berdasarkan laporan yang tak terhitung jumlahnya dan gambar-gambar kerusakan serta penderitaan yang telah kami lihat semua, kejahatan perang telah dilakukan oleh pasukan Putin di Ukraina.

Saya kemudian mencatat bahwa penargetan yang disengaja terhadap warga sipil merupakan kejahatan perang. Saya menegaskan bahwa Departemen Luar Negeri AS dan pakar pemerintah AS lainnya sedang mendokumentasikan dan menilai potensi kejahatan perang di Ukraina.

"Hari ini, dapat saya mengumumkan bahwa, berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, pemerintah Amerika menilai bahwa anggota pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina," sebut Blinken.

Penilaian kami didasarkan pada tinjauan yang cermat terhadap informasi yang tersedia dari publik dan sumber intelijen. Seperti halnya dugaan kejahatan, pengadilan dengan yurisdiksi atas kejahatan tersebut pada akhirnya bertanggung jawab untuk menentukan kesalahan secara pidana dalam kasus-kasus tertentu. Pemerintah AS akan terus melacak laporan kejahatan perang dan akan membagikan informasi yang kami kumpulkan dengan sekutu, mitra, serta lembaga dan organisasi internasional, sebagaimana mestinya. Kami berkomitmen untuk mengejar pertanggungjawaban dengan menggunakan setiap medium yang tersedia, termasuk penuntutan secara pidana.

Terkini

Contraflow di Tol Jagorawi Dihentikan, Jasa Marga Dukung Diskresi Polisi dan Imbau Pengguna Antisipasi Kepadatan
Contraflow di Tol Jagorawi Dihentikan, Jasa Marga Dukung Diskresi Polisi dan Imbau Pengguna Antisipasi Kepadatan
PinNews | in an hour
Nova Arianto Bersyukur Usai Kemenangan Timnas U-17 Atas Korea Selatan di Piala Asia 2025
Nova Arianto Bersyukur Usai Kemenangan Timnas U-17 Atas Korea Selatan di Piala Asia 2025
PinSport | in 30 minutes
Ini Alasan Ruben Onsu Mualaf,  Ternyata Bertemu Sosok Ini...
Ini Alasan Ruben Onsu Mualaf, Ternyata Bertemu Sosok Ini...
PinTertainment | 37 minutes ago
Lebaran H+5, Taman Margasatwa Ragunan Diserbu Puluhan Ribu Pengunjung: Satwa Favorit Jadi Daya Tarik Utama
Lebaran H+5, Taman Margasatwa Ragunan Diserbu Puluhan Ribu Pengunjung: Satwa Favorit Jadi Daya Tarik Utama
PinNews | 3 hours ago
Timnas U-17 Indonesia Tundukkan Korea Selatan, Puncaki Grup C Piala Asia U-17 2025
Timnas U-17 Indonesia Tundukkan Korea Selatan, Puncaki Grup C Piala Asia U-17 2025
PinSport | 4 hours ago
Bingung Mau Beli iPhone 16 atau  iPhone 16 Plus, Ini Perbedaannya yang Paling Signifikan
Bingung Mau Beli iPhone 16 atau iPhone 16 Plus, Ini Perbedaannya yang Paling Signifikan
PinTect | 4 hours ago
Ini Syarat yang Diajukan Ridwan Kamil Jika Lisa Mariana Indin Tes DNA
Ini Syarat yang Diajukan Ridwan Kamil Jika Lisa Mariana Indin Tes DNA
PinTertainment | 5 hours ago
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta