Soal Anggaran Kementerian Pertahanan, Prabowo Subianto: Saya Sudah Buat Rencana, tapi yang Menentukan Menteri Keuangan

Oleh farizMonday, 8th January 2024 | 20:30 WIB
Soal Anggaran Kementerian Pertahanan, Prabowo Subianto: Saya Sudah Buat Rencana, tapi yang Menentukan Menteri Keuangan
Prabowo Subianto angkat bicara soal anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang berkali-kali mengalami penyesuaian selama pandemi Covid-19. Foto: YouTube/KPU RI

PINUSI.COM -  Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto angkat bicara soal anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang berkali-kali mengalami penyesuaian selama pandemi Covid-19.

Hal itu ia ungkapkan saat menjawab pertanyaan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

"Saya sudah buat rencana, tetapi yang menentukan termasuk Menteri Keuangan, dan masalahnya kita hadapi."

"Tolong, saya memang sudah jadi Menteri Pertahanan 4 tahun, tetapi kita diganggu oleh Covid-19 dua tahun, di mana terjadi refocusing."

"Banyak yang kita ajukan tidak disetujui oleh Menteri Keuangan," kata Prabowo pada debat ketiga capres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Prabowo juga menyoroti permasalahan alutsista bekas yang dibelinya.

Di era Sukarno, kata dia, Indonesia juga menggunakan alutsista bekas, mulai dari pesawat, kapal selam, hingga kapal perusak.

Ia menilai, kriteria untuk menilai senjata perang bukanlah kebaruannya, melainkan usianya.

Dia juga menginginkan yang terbaik untuk para prajurit di rumahnya. Namun, anggaran tersebut direstrukturisasi, karena banyaknya krisis yang terjadi sepanjang tahun, seperti pandemi, serta kenaikan harga pangan dan bahan bakar.

"Bung Karno seluruh pesawat terbang kapal selam destroyer semuanya bekas."

"Jadi, kita juga masih banyak sampai sekarang pesawat bekas."

"Kalau pesawat flying hours, tentunya kita pasti mau yang terbaik buat prajurit kita, tapi kita harus loyal kepada yang lebih besar. Ada Covid, ada krisis Ukraine, pangan naik, BBM naik," bebernya.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan membandingkan kenaikan gaji di TNI dan Polri di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan kenaikan gaji di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai kesejahteraan aparatur sipil negara kurang diperhatikan di era sekarang.

Anis mengatakan, kenaikan gaji di TNI dan Polri terjadi sembilan kali di era SBY. Sementara pada era Jokowi, hal tersebut hanya terjadi tiga kali, yaitu 5% pada tahun 2015, 5% pada tahun 2019, dan 8% pada tahun 2024.

"Di era Pak SBY kenaikan gaji terjadi sembilan kali. Selama era ini hanya naik gaji tiga kali, dan akan naik nanti tahun depan (2024) karena menjelang pemilu mungkin naik gajinya."

"Tapi di sisi lain kesejahteraannya tidak dipikirkan dengan serius," ucap Anies dalam debat ketiga capres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Berbeda dari pemerintahan SBY yang hampir setiap tahun menaikkan gaji PNS. Meningkat sebesar 15% pada tahun 2004, 20% pada tahun 2007 dan 2008, 15% pada tahun 2009, 5% pada tahun 2010, 10% pada tahun 2011, 10% pada tahun 2012, 7% pada tahun 2013, dan 6% pada tahun 2014. .

Padahal, Anies menyebut TNI dan Polri telah bekerja luar biasa di bidang tersebut, dan harus dihormati melalui kenaikan gaji yang pantas.

Ia juga menjanjikan kenaikan gaji setiap tahun jika terpilih menjadi presiden.

"Bila saya ditugasi, maka kenaikan gaji dilakukan tiap tahun."

"Perumahan prajurit TNI dipastikan dibangun, sehingga mereka tidak perlu ngekos, tidak perlu sewa, dan mereka bisa tenang."

"Mereka diminta mempertahankan setiap jengkal, tetapi kita tidak memberikan tempat tinggal bagi mereka berdinas, itu tidak benar, itu harus dikoreksi," tegas Anies. (*)

Terkini

Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
Di Sponsori Waketum, DPP PBB Bagi-Bagi Takjil Gratis Bergizi
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 16:29 WIB
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
Merry Riana Education Raih Excellence Performance Award
PinNews | Saturday, 29th March 2025 | 07:44 WIB
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
2 Menteri, PKP Dan Menkes Lakukan MoU Untuk Pengadaan 30 Ribu Rumah Subsidi Khusus Nakes
PinNews | Friday, 28th March 2025 | 10:20 WIB
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
SCTV Hadirkan Serangkaian Film Spesial Lebaran 1446 H
PinTertainment | Friday, 28th March 2025 | 08:32 WIB
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
Menbud Fadli Terima Kunjungan Komite Nasional ICOM Indonesia
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 15:04 WIB
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
Menteri PKP Maruarar Terima Usulan Gubernur Jabar Soal Rumah Subsidi Dalam Bentuk Panggung
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:27 WIB
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
Tragedi Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru, Tersangka Terungkap!
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 09:11 WIB
Heboh!  Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
Heboh! Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Muka Sang Anak Ditunjukan Ke Publik
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:56 WIB
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
Lonjakan Arus Mudik H-4 Lebaran, Petugas Siap Amankan Titik Rawan Macet di Jalur Bottle Neck
PinNews | Thursday, 27th March 2025 | 08:29 WIB
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
Dugaan Keterlibatan Anggota Brimob dalam Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung
PinNews | Wednesday, 26th March 2025 | 15:54 WIB
© 2025 Pinusi.com - All Rights Reserved
Setia mengabarkan berita dan fakta