search:
|
PinNews

Besok! Mahkamah Rakyat Luar Biasa Mau Sidang Presiden Jokowi

Senin, 24 Jun 2024 22:00 WIB
Besok! Mahkamah Rakyat Luar Biasa Mau Sidang Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo. Foto via indonews.id


PINUSI.COM, JAKARTA - Mahkamah Rakyat Luar Biasa memanggil Jokowi Widodo menghadiri sidang. Mereka menganggap presiden bertanggungjawab atas kebijakan yang melanggar hak-hak konstitusional masyarakat.

Persidangan digelar, Selasa (25/6) ini. Surat  panggilan sudah dikirimkan ke Presiden Jokowi. Termasuk juga untik partai-partai politik yang mendukungnya.

Surat panggilan ini dikirim ke kantor resmi. Juga akun media sosial para tergugat.

Mahkamah Rakyat Luar Biasa memberi tudingan keras. Bahwa pemerintahan Jokowi membiarkan lembaga-lembaga negara terbajak oleh kepentingan kekuasaan dan profit jangka pendek.

Akibatnya, banyak kebijakan dianggap melanggar hak-hak konstitusional rakyat. Sebagaimana dijamin dalam Konstitusi Republik Indonesia.

"Ruang bagi rakyat untuk mendapatkan keadilan semakin sempit. Tidak hanya lembaga eksekutif dan legislatif yang terbajak, namun juga lembaga yudikatif," ucap Juru Bicara Mahkamah Rakyat Luar Biasa, Edy Kurniawan, Senin (24/6).

Pemerintahan Jokowi juga dituding menggunakan hukum sebagai alat kekuasaan.  "Mengorbankan prinsip-prinsip demokrasi dan konstitusi," imbuhnya.

Mahkamah Rakyat Luar Biasa mencatat ada sembilan isu kebijakan yang merugikan. Membuat publik makin rentan terhadap berbagai ancaman.

Mulai dari kebijakan yang merampas ruang dan menyingkirkan masyarakat. Melanggengkan kekerasan, persekusi, kriminalisasi hingga diskriminasi.

Juga dianggap melestarikan impunitas serta kejahatan kemanusiaan. Merusak sistem pendidikan, mendorong eksploitasi sumber daya alam, menindas pekerja, membajak legislasi dan militerisasi.

"Semua akan ditagih pertanggungjawabannya," lanjut Edy.

Kata dia, Mahkamah Rakyat Luar Biasa diharapkan jadi alat akuntabilitas publik bagi Rezim Jokowi. Persidangan ini dapat disaksikan secara langsung pada tanggal 25 Juni 2024 melalui laman www.mahkamahrakyat.id.



Editor: Fahriadi Nur

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook